Senin, 11 Februari 2019

Cara Install Mikrotik Router OS di VMWare Workstation

Zaman sekarang semua serba canggih. Sebuah perusahaan yang membuat mikrotik membuat OS yang bernama Mikrotik Router OS. Mikrotik RouterOS adalah salah satu Distro Linux yang didesain khusus untuk fungsi Routing System. Produk Mikrotik berupa RouterBoard yang berbentuk seperti Hardware Router pada umumnya dan berupa RouterOS yang di Install ke sebuah PC. Kehandalan Mikrotik sudah terbukti dan tidak diragukan lagi, baik dari segi keamanan atau proteksinya maupun kemudahan dalam mengunakannya. Karena itulah hampir semua ISP bisa dipastikan mengenal dan mengunakan Mikrotik dalam layanan kepada pelanggan maupun dalam melakukan Manajemen Networknya serta Mikrotik mampu melejit sebagai Router masa depan yang sangat handal. Jadi apapun ISP-nya, router dan bandwith manajemen mengunakan Mikrotik.
                Tanpa panjang lebar mari kita install Mikrotik Router OS. Sebelum itu siapkan bahannya.
                Silahkan download file ISO di web resmi mikrotik.

                Nb. Download yang versi stable saja.


HARDWARE REQUIREMENT :


Adapun persaratan minimal komputer yang dibutuhkan untuk Mikrotik adalah sebagai berikut:
1.   Menggunakan processor minimal 100 MHz atau lebih seperti Intel Pentium, Cyrix 6X86, AMD K5 atau prosesor yang lebih baru dari Intel IA-32 (i386). Ingat penggunaan lebih dari satu prosesor belum diperbolehkan.
2.   Memori (RAM) minimal 64 Mb dan maksimum 1 Gb, hal ini berpengaruh pada besar memory, yang berpengaruh terhadap kemampuan kecepatan dari router dan kapasitas Cache Proxy.
3.   Media penyimpanan (Hard Drive) menggukan sistem standar Kontroler IDE dan ATA. Penggunaan SATA, SCSI dan USB tidak didukung. Pastikan sisa media penyimpanan kita adalah minimal sebesar 64 Mb. Sangat disarankan untuk mengalokasikan space penyimpanan yang besar, karena akan berpengaruh terhadap paket yang akan dipilih dan nantinya akan membantu sebagai cache pada saat menggunakan fungsi web proxy serta diperlukan jika Mikrotik kita fungsikan sebagai FTP Server.
4.   Jika instalasi menggunakan disket, gunakan ukuran 3,5″ pada drive A.
5.   CDRom atau DVD Jika instalasi menggunakan media CD, pastikan standar kontrolernya adalah ATA/ATAPI.
6.   LAN Card atau Network Interface yang lain. Jika kita instal melalui LAN, gunakan standar ethernet tipe PCI.

Catatan :

1.      Mengunakan PCI LAN Card segala macam Merk dan Type dapat dikenali secara langsung oleh Mikrotik.
2.      Onboard LAN sebaiknya tidak digunakan, karena tidak  terdeteksi oleh Mikrotik.
3.      Mengunakan harddisk IDE, karena harddisk SATA atau SCSI tidak terdeteksi oleh Mikrotik. Dan kapasitas harddisk IDE hingga 160 GB IDE dapat berfungsi dengan baik.
4.      Dapat juga mengunakan Media Storage berupa Compact Flash ( CF ) dengan memanfaatkan peripheral PCI CF to IDE.
5.      Direkomendasikan mengunakan CPU Built Up karena memiliki Power Supply yang kuat dan System Board yang handal, sebab Mikrotik yang kita buat ini nantinya akan difungsikan sebagai Router secara Dedicated 1 x 24 x 31.
6.      Setelah Mikrotik di Install dan dapat di akses via remote ( Winbox / WebBox / Webfig / Telnet ), maka pengunaan Monitor sudah tidak diperlukan lagi.


Untuk Hardware Requirment diatas telah dijelaskan. Setelah mengetahui Hardware Requirment, selanjutnya tinggal lakukan instalasinya. Disini saya menggunakan VMware Workstation untuk memprakttikkannya. Tapi jangan khawatir, karena prosesnya hampir sama dengan meggunakan pc asli.
Untuk memudahkan kita dalam instalasi, kita akan memasukkan satu persatu interface ethernetnya.

Langkah-langkahnya :
1. Buka VMware Workstation.

2. kemudian kita akan membuat file Mechinnya, dengan melakukan klik pada Create a New Virtual Mechine.

3. Kemudian muncul wizardnya. Pilih Custom kemudian Next.

4. Untuk Hardware Compabilitynya, pilih Workstation 6.5-7.x. kemudian klik Next.

5. Untuk tahap ini, pilih saja I will install operating system later. Kemudian klik Next.

6. Pilih Other. Dan versionnya pilih Other.

7. Isikan nama Virtual Mechine nya, dan tentukan lokasi untuk penyimpanan Virtual Mechinnya.

8. Untuk Processors pilih saja satu.

9. Jumlah RAM, seperti requitment Harwarenya, minimal 64 Mb untuk untuk menjalankan Virtual Mechinnya.

10. Untuk Network Conection, Saya sarankan untuk memakai Briged. Agar nantinya ini digunakan sebagai Port Internet.

11. SCSI Controler pilih saja recommended.

12. Virtual Disk Type pilih yang IDE.

13. Kemudian pilih Create New Virtual Disk.
14. Kapasitas Disknya gunakan saja 1 GB, dan jangan lupa, Allow Disk….. di Unchecklist. Kemudian Next
15. Di step ini kita bisa menentukan nama hardisk virtual kita. Klik saja next jika tidak ingin merubahnya.
16. Kemudian Finish.
17. Klik edit Virtual Mechine Setting.
18. Kemudian klik DVD, kemudian pilih Ultra ISO Image, Kemudian browse, cari ISO Image yang telah kalian download, pilih dan open. Kemudian klik OK dan Power On VMnya
19. Setelah itu muncul tampilan seperti berikut.
20. Install  saja semua, karena kita bisa menghapusnya setelah instalasi. Tekan Tombol A, lalu tekan tombol i kemudian muncul Do you want to keep old configuration ? [ y/n]
ketik Y Continue ? [ y/n] ketik Y


setelah itu aka nada konfirmasi untuk reboot tekan ENTER
Saat ditanya apakah akan menyimpan informasi lama, silakan dijawab tidak atau tekan tombol “N”. Proses instalasi dilanjutkan dengan pembuatan partisi dan format harddisk, harap diingat bahwa mikrotik akan mengambil semua space yang ada di harddisk. Disini kita tidak perlu membuat partisi hardisk karena secara otomatis dia akan membuat partisi sendiri. Karena itu tidak disarankan utk menginstall mikrotik pada harddisk operasional yang berisi data-data penting.

Tips yang dapat anda gunakan, khususnya bagi Newbie agar tidak binggung saat pertama kali melakukan Installasi dalam menentukan INTERFACE dari LAN Card yang kita pasang di PC Router maka sebaiknya kita pasang 1 buah LAN Card saja lebih dulu. Dan selanjutnya kita lakukan /Setup dengan menentukan Interface LAN Card tersebut sebagai koneksi ke jaringan Local / LAN kita.

Setelah pada fisik LAN Card pertama tersebut itu kita tandai atau kita beri nama sebagai Interface “LAN” dan selanjutnya kita pasang LAN Card yang kedua untuk kita sambungkan ke Modem ADSL. LAN Card kedua ini kita tandai atau kita beri nama dengan “SPEEDY”atau “Internet”. Penandaan dan Penamaan Interface LAN Card ini sangat membantu kita jika ada perubahan dalam penataan kabel UTP kita.

Jika pada saat pertama kali konfigurasi kita lakukan dari PC atau Laptop via LAN Card secara direct ( langsung atau Peer To Peer ), maka kita harus mengunakan Cross Cable UTP. Tapi jika koneksi dari Mikrotik ke Switch lalu kabel UTP ke PC atau Laptop maka kita gunakan Stright Cable UTP.
            21. Setelah itu buka Winbox.
22. Untuk pertama login, klik MAC Addressnya, kemudian login dengan username admin tanpa password
23. Klik interface, lalu ubah nama ether 1 dengan klik 2x kemudian ubah seperti gambar untuk memudahkan identifikasi interfacenya. Agar nantinya kita mudah untuk mengidentifikasinya.
24. Kemudian Shutdown mikrotiknya. Dengan memilih menu System>Shutdown.
25. Edit VM nya.
26. Klik Add, kemudian pilih Network Adapter, Kemudian pilih jenis adapternya, kemudian Finish. Dan OK




27. Kemudian hidupkan kembali VM Mikrotiknya
28. Ganti juga nama interfacenya. Biar tidak bingung.
Sementara sampai disini dulu untuk proses instalasinya. Untuk pembahasan selanjutnya yaitu Basic Setting Mikrotik.

***SEMOGA BERMANFAAT***

Rabu, 09 Januari 2019

Server IBM x4300


Server IBM x4300

            IBM adalah sebuah perusahaan yang menjual dan memproduksi perangkat lunak maupun perangkat keras. 1880—1929. Pada tahun 1880-an, beberapa teknologi yang akan menjadi bisnis IBM ditemukan. Pada 16 Juni 1911, teknologi-teknologi tersebut dan perusahaan yang memilikinya digabungkan oleh Charles Ranlett Flint dan membentuk Computing-Tabulating-Recording Company (C-T-R).

            Tanpa panjang lebar simak pembahasan berikut tentang IBM x4300. Diatas telah diceritakan singkat sejarah IBM. Kini kita akan mengenal kode yang ada di server IBM.
           
Hasil gambar untuk IBM X4300
IBM X4300
            Dilansir dari Wikipedia, Produk dari IBM mencakup keseluruhan teknologi informasi:
·         Perangkat keras
·         Mesin server
·         System P (Server Unix)
·         System I (Dulu namanya AS/400)
·         System X (Server dengan Prosesor intel/AMD)
·         Teknologi penyimpanan (storage)
·         Pencetak
·         Perangkat lunak
·         DB2: pengelolaan data
·         WebSphere: aplikasi dan penengah (middleware)
·         Tivoli: pengelolaan sistem dan jaringan
·         Rational: pembuatan aplikasi
·         Lotus: kolaborasi dan portal
·         Pelayanan (service)
·         Pelayanan kelangsungan bisnis
·         Pelayanan perubahan bisnis
·         Pelayanan sistem aplikasi
·         Perawatan komputer
·         Perawatan perangkat lunak


            Untuk seri x4100, x4200, x4300, x4400, dan x4500, adalah seri IBM server yang versi tower. Untuk IBM yang selain seri tersebut, seperti x4150, x4250, x4350, x4450, x4550, dan x4650. Adalah server pc IBM dengan bentuk seperti rak. Tak hanya itu biasanya ada tambahan seperti x4300 m1, x4300 m2, x4300 m3, dan x4300 m4. Yang mana adalah jenis generasi IBM. Oh,ya.. Semakin tinggi seri IBM nya maka spesifikasi semaakin tinggi. Dan sebaliknya, semakin rendah versi IBM nya maka semakin rendah spesifikasinya.

Jumat, 26 Oktober 2018

IP Address

IP ADDRESS

Halo pembaca, postingan ini merupakan postingan yang berhubungan dengan postingan sebelumnya yaitu mengenai jaringan. Postingan kali ini membahas tentang IP Address.

Alamat IP adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32 bit, dan 128 bit yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. 

Alamat IP memiliki 2 varian versi yaitu IPv4 dan IPv6. Berikut perbedaan IPv4 dengan IPv6.

1. IPv4
    Memiliki 4 oktet.
    Menggunakan Binner.
    Jumlah host 4.294.967.296

2. IPv6
    Menggunakan panglamat 128-bit
    jumlah host 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 

Perbedaan IPv4 dengan IPv6
Perbedaan IPv4 dengan IPv6 adalah sebagai berikut :
Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT mampu untuk sekadar memperlambat habisnya jumlah alamat IPv4, namun pada dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan internet dunia.

IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik. Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.

Routing
IPv4: Performa routing menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.

IPv6: Dengan proses routing yang jauh lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.

Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan lain.

IPv6: Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan ke jaringan lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.

Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar IPv4.

IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi IPv6.

Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.

IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.

Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.

IPv6: Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end-to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai

Fragmentasi
IPv4: Dilakukan di setiap hop yang melambatkan performa router. Proses menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di tempat tujuan.

IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat dalam sebuah jaringan dari ujung ke ujung.

Configuration
IPv4: Ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara manual.

IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration dimana ketika sebuah host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan secara otomatis.

Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.

IPv6: Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas layanan. Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.


Pembagian Kelas IP Address Pada IPv4
IP Address memili beberapa kelas ip. diantaranya sebagai berikut :
1. Kelas A 
    Pada oktet pertama ip yang digunakan 1 - 127
    subnetmask defaultnya adalah 255.255.255.0
    Network ID dan Host ID nya adalah NNN.HHH.HHH.HHH
    Jumlah Host dalam satu network adalah 16,777,214
    contoh : 10.200.30.1
    10.0.0.0 adalah Networknya
     0.200.30.1 adalah Hostnya
2. Kelas B
     Oktet pertama : 128 – 191
     Subnet default : 255.255.0.0
     Network ID dan Host ID : NNN.NNN.HHH.HHH
     Jumlah IP per Network : 65.534
     Contoh : 150.1.200.2
                  (150.1.0.0) adalah Networknya
                  (0.0.200.2) adalah Hostnya

3. Kelas C
    Oktet pertama : 192 – 223
    Subnet default : 255.255.255.0
    Network ID dan Host ID : NNN.NNN.NNN.HHH
    Jumlah IP per Network : 254
    Contoh : 192.168.10.1
                    (192.168.10.0) adalah Networknya
                    (0.0.0.1) adalah Hostnya

nb : Untuk Kelas D dan Kelas E tidak terlalu digunakan. Dan biasanya IP kelas ini digunakan sebagai eksperimen.

Syarat dalam menentukan sebuah IP
-     -     Alamat Networknya harus sama
-     -     Alamat Hostnya harus Berbeda
    

Kamis, 18 Oktober 2018

7 Layer OSI

7 LAYER OSI

Selamat siang para pembaca sekalian, postingan kali ini saya akan membahas beberapa topik mengenai jaringan yaitu 7 Layer OSI.

Layer OSI adalah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh Badan International Organization of Standardization (ISO) di wilayah Eropa pada tahun 1977. OSI nama kependekan dari nama aslinya yaitu Open System Interconnection. Model OSI biasa disebut dengan model "Model 7 Layer OSI". Layer OSI dibagi menjadi 7 lapis yaitu dari lapisan teratas :



7. Layer Aplication

    Merupakan Leyer yang menyediakan interface antar aplikasi dan bertanggung jawab terhadap pertukaran informasi antara progam komputer. Terdapat beberapa protokol yang layer aplikasi ini, seperti HTTP, Telnet, FTP, TFTP, dan SNMP.



6. Layer Presentation

    Layer ini bertugas melakukan konversi data dan diformat untuk transfer data, seperti ASCII untuk dokumen, JPG dan GIF untuk format gambar, selain itu, layer ini juga melakukan transaksi data, enkripsi,. dan konversi data. Contoh Protokol yang berjalan pada layer ini adalah JPEG, BMP, MPEG, AVI, ASCII, MIDI, WAV, dll.



5. Layer Session

    Layer sasion bertugas memelihara dan menjaga serta mengatur koneksi agar dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. contoh protokol yang menggunakan layer ini antara lain, SQL, NFS, ASP, RPC, X Windows.



4. Layer Transport

     Layar ini bertugas membagi data menjadi beberapa segmen, menjaga koneksi logika "end to end" antar terminal, mengatur alur transmisi data, mengurutkan paket, dan menjamin data yang dikirim sampai tujuan. Protokol yang berjalan menggunakan layer ini adalah TCP dan UDP.

3. Layer Network
    Layer ini bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, mendefinisikan alamat IP, mengurutkan paket data (headera), serta melakukan proses routing. Protokol yang berjalan menggunakan layer ini antara lain, IP, IPX, dan Appitalk, dan device yang bekerja pada layer network dan router.



2. Layer Data Link 

     Layer ini bertugas mengkonversi dari bit ke byte dan dari byte ke frames. Layer ini  berkomunikasi dengan kartu jaringan dan memiliki alamat tersendiri yang disebut MAC Address. Device yang bekerja pada layer ini antara lain, NIC, Switch, Bridge.



1. Layer Physical

    Layer ini bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mengirimkan melalui media transmisi seperti kabel dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

Itulah penjelasan sederhana mengenai 7 Layer OSI. 


***SEMOGA BERMANFAAT***

Senin, 17 September 2018

Cara Update Repository pada Linux Debian 9 Melalui CD/DVD

Cara Update Repository pada Linux Debian 9 Melalui CD/DVD


          Dari blog sebelumnya saya telah membahas cara mengubah repository linux debian 9. Sekarang kita akan mempelajari Cara Update Repository pada Linux Debian 9 Melalui CD/DVD. Yang Digunakan disini buakan melalui internet tetapi melalui CD/DVD debian sesuai versinya. Disini saya menggunkan Linux Debian 9 Dan DVD-nya pasti berukuran besar. Untuk DVD Linux Debian 9 memiliki 4 varian DVD repositorynya. Masing-masing DVD berukuran kurang lebih 4-5 GigaByte. Besar Juga ternyata 😭😭😭 . Anda Dapat Mendownloadnya dari mbah gugling atau anda dapat membeli DVD Repository nya dari toko online/kepercayaan anda. Cara ini adalah cara yang dilakukan secara offline/tanpa koneksi internet. Berarti kecepatan update sama dengan kecepan CD/DVD Nya. Tanpa panjang lebar yang mungkin mrmbuat pembaca kebingungan mari semak tutorial berikut ini :

1. Disini saya menggunakan virtualbox untuk mengkonfigurasi linux debian, jangan khawatir caranya tetap sama saja dengan komputer asli. Silahkan login menggunakan user root.

2. Masukkan DVD Debian nya dengan mengklik perangkat>nama file iso. Jika tidak muncul pilih pilih file kemudian cari file iso dvd debiannya. dan untuk pada komputer asli anda dapat memasukkan ke dalam dvd komputer.
nb : untuk yang tidak muncul klik pilih image disk kemudian  pilih file iso kemudian klik open

3. Ketikkan "apt-cdrom add" untuk memasukkan direktori/link update di file list nanti.

4. Tekan enter dan tunggu hingga proses scanning selesai.
Proses Scaning Disk DVD
Scaning DVD Selesai


5. Setelah seleasi ketikkan "nano /etc/apt/sources.list" untuk melihat apakah link DVD untuk repository sudah tertulis.

6. Jika sudah seperi ini, beri tanda pagar (#) untuk menjadikan komentar/off atau hapus isi  kecuali cdrom nya. tinggal tekan ctrl+x > enter
Proses Pengeditan souces.list atau file repository

7. Ketik "apt-get update" untuk proses update nya
Selesai dari proses update repository melalui DVD

Nb: cara ini tergolong offline jadi tanpa koneksi internet.

***SEMOGA BERMANFAAT***

Tentang Saya

Sebuah Ilmu Yang Dibagikan Tidak Akan Berkurang. Dan Ilmu yang dibagikan Akan terus Bertambah

 
biz.